teks

selamat datang di blog saya

Sabtu, 12 Februari 2011

Usaha Perkebunan Karet yang Menjanjikan

dari berbagai sumber,
semoga bermanfaat bagi pembaca.Amin

Kalau saja kita asumsikan untuk lahan 1 ha dan satu pohonnya menghasilkan 2 ons, dan dari 650 pohon yang bisa disadap hanya 400 pohon saja, berarti: 2 ons x 400 pohon = 800 ons (80 kg) @ Rp 7.500 (harga sekarang Rp 9.000) maka hasil perhari adalah : 80 kg x Rp 7.500,- = Rp 600.000,- karena disarankan menyadapnya sehari sadap-sehari tidak, maka dalam satu bulan berarti 15 hari, jadi saya bergaji dalam satu bulan adalah; 15 hari x Rp 600.000,- = Rp 9.000.000,- wauuuu banyak bangat.. dibandingkan dengan gaji Sarjana Komputer (IT lagi) masa kerja NOL tahun, dengan jumlah jam kerja 8 jam per hari “hanya” Rp 4.000.000,- apalagi dibandingkan dengan gaji pegawai negeri GOL III masa kerja NOL tahun, tidak lebih dari Rp 2.000.000,- pada hal nyadap karet satu hectare hanya memakan waktu maksimal 3 jam.., dan lebih nikmatnya lagi tidak kena macet.

Supaya kelihatan jangan terlalu tinggi menghayalnya, bagaimana kalau saya turunkan lagi hasil per pohonya dari 2 ons menjadi 1 ons, (pada hal tukang bibit menjanjikan hasilnya 3 ons per pohon lho.) Berarti dari 1 ha karet dapat menghasilkan Rp 4.500.000,-/bulan.,
berikut ini tahapan-tahapan memulai usaha berkebun karet
A. Tanah dan iklim

Tanah

* Tanah harus gembur
* Kedalaman antara 1-2 meter
* Tidak bercadas
* PH tanah 3,5 – 7,0
* Ketinggian tempat anatara 0 – 400 meter, paling baik pada ketinggian 0 – 200 meter, setiap kenaikan 200 meter matang sedap terlambat 6 bulan.

Iklim

* Curah hujan minimum 1.500 mm pertahun, jumlah hari hujan 100 – 150 hari, curah hujan optimum 2.500 – 4.000 mm.
* Hujan selain bermanfaat bagi pertumbuhan karet, ada hubungannya dengan pemungutan hasil, terutama jumlah hari hujan sering turun pada pagi hari.
* Unsur angin berpengaruh terhadap kerusakan tanaman akibat angin kencang.
* Kelembaban sekitar tanaman menyebabkan produksi akan berkurang.


Lahan

* Penebangan dan pembakaran pohon yang ada pada lahan.
* Penyacaran lahan dari rumput yang ada.
* Pembajakan dengan traktor atau penggarpuan/pencangkulan dilakukan 3 kali, dengan tenggang waktu 1 bula, setelah pembajakan ke 3 lahan dibiarkan 2 minggu baru digaru.


Hal-Hal Yang Harus Anda Perhatikan Untuk Mencegah Erosi

1. Pembuatan teras, baik teras individu maupun teras bersambung di sesuaikan dengan kemiringan lahan.
2. Pembuatan parit dan rorak, parit dibuat sejajar dengan lereng,saluran drainase memotong lereng dan rorak dibuat diantara barisan.
3. Pengajiran, untuk menentukan letak tanaman dan meluruskan dalam barisan dengan cara sebagai berikut :
- Tentukan arah Timur-Barat (TB) atau Utara-Selatan (US).
- Ukur pada TB jarak 6 meter atau 7 meter dan 3 meter dari arah US.
4. Penanaman penutup tanah, kegunaaanya : melindungi tanah dari sinar matahari langsung, erosi, menekan pertumbuhan gulma, dan sebagai media hidup cacing.

B. Proses Pembibitan
Bibit yang berkulitas, harus benar-benar biji yang diambil dari kebun standar yang berproduksi tinggi. Artinya, direkomendasikan pusat atau Balai Pembibitan yang memiliki legalitas tentang pembibitan.
Sekarang saya akan mengajak Anda menanam bibit karet. Prosesnya adalah:

Persemaian Perkecambahan
Langkahnya adalah:

* Benih disemai di bedengan dengan lebar 1-1,2 meter.
* Di atas bedengan tersebut hamparkan pasir halus setebal 5-7 cm.
* Sesuda itu tebarkan Natural Glio yang sudah terlebih dulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang 1 mg.
* Bedengan dinaungi jerami / daun-daunan setinggi 1 meter di sisi timur, dan 80 cm di sisi Barat.
* Benih direndam POC NASA selama 3-6 jam (takaran 1 tutup botol POC NASA / 1 liter air).
* Benih disemaikan dan langsung disiram larutan POC NASA 0,5 tutup/liter air.
* Jarak tanam benih antara 1-2 cm.
* Siramlah benih secara teratur, dan benih yang normal akan berkecambah pada 10-14 hss dan selanjutnya dipindahkan ke tempat persemaian bibit.


Persemaian Bibit
Langkahnya adalah:

* Tanah dicangkul sedalam 60-75 cm, lalu dihaluskan dan diratakan.
* Buat bedengan setinggi 20 cm dan parit antar bedengan sedalam 50 cm.
* Benih yang berkecambah ditanam dengan jarak 40×40x60 cm untuk okulasi coklat dan 20×20x60 untuk okulasi hijau.
* Penyiraman harus Anda lakukan secara teratur
* Pemupukan . Gunakanlah PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali)
@ GT 1 : 8 gr urea, 4 gr TSP, 2 gr KCl perpohon
@ LCB 1320: 2,5 gr urea, 3 gr TSP, 2 gr KCl perpohon
POC NASA :
2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali

* Pembuatan Kebun Entres:- Cara penanaman dan pemeliharaan seperti menanam bibit okulasi.
- Bibit yang digunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
- Jarak tanam 1,0 m x 1,0 m.
- Pemupukan : PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali)
@ Tahun I : 10 gr urea, 10 gr TSP, 10 gr KCl /pohon
@ Tahun II : 15 gr urea, 15 gr TSP, 15 gr KCl /pohon
POC NASA :
2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali


Okulasi
Teknik Okulasi :

* okulasi stump mini 60 x 60 x 60 cm
* okulasi stump tinggi 80 x 80 x 80 cm

Langkah selanjutnya: (keduanya sama):

* Buat jendela okulasi panjang 5-7 cm, lebar 1-2 cm.
* Persiapkan mata okulasi
* Pisahkan kayu dari kulit (perisai)
* Masukkan perisai ke dalam jendela
* Membalut, gunakan pita plastik / tali rafia dengan tebal 0,04 mm
* Setelah 3 minggu, balutan dibuka, jika pesriasi digores sedikit masih hijau segar, maka okulasi berhasil. Proses ini diulangi 1-2 minggu kemudian.
* Bila bibit akan dipindahkan, potonglah miring batang bawah + 10 cm di atas okulasi.
* Bibit okulasi yang dipindahkan dapat berbentuk stum mata tidur, stum tinggi, stum mini, dan bibit polybag.

Usaha peningkatan produktivitas tanaman karet harus dilaksanakan dengan menanam klon-klon unggulan terbaru pada saat okulasi. Yang dimaksud klon adalah keturunan yang diperoleh secara pembiakan vegetatif suatu tanaman. Sehingga nantinya ciri-ciri dari tanaman tersebut sama persis dengan tanaman induknya. Jenis klon yang dianjurkan untuk digunakan pada saat okulasi adalah bahan tanaman karet. Ada banyak jenis klon unggul, antara lain: IRR 112, PB325, PB260,RRIM 712, dan lain-lain.

C. Media Tanam
Media tanam juga sangat mempengaruhi kualitas dan hasil yang dicapai.

Langkah-langkahnya antara lain:

1. Tanah dibongkar dengan cangkul / traktor, dan bersihkan dari sisa akar.
2. Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan lebih dari 10 derajat. Lebar teras minimal 1,5 meter dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.
3. Pembuatan rorak (kotak kayu panjang) pada tanah landai. Rorak berguna untuk menampung tanah yang tererosi. Jika sudah penuh, maka isi rorak dituangkan ke areal di sebelah atas rorak.
4. Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan diperkeras

D. Proses Penanaman
Usaha peningkatan produktivitas tanaman karet harus dilaksanakan dengan menanam klon-klon unggulan terbaru pada saat penanaman baru ataupun pada saat peremajaan. Penanaman klon yang dianjurkan untuk digunakan pada saat penanaman bibit unggul adalah bahan tanaman karet. Adapun bahan tanaman yang dianjurkan sama seperti di artikel terdahulu, yaitu jenis klon yang dipakai pada saat okulasi.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa IRR 112 secara nyata dapat disadap 6 bulan lebih, produksi lateks 15% lebih tinggi, produksi kayu 30% lebih tinggi. Klon IRR 112 tidak peka luka sadap dan tidak perlu diberi stimulan dalam penyadapan sehingga sangat sesuai untuk pengembangan karet rakyat.

Ada Beberapa Hal Penting yang Harus Anda Ketahui, yaitu:

1. Penentuan Pola Tanaman
0-3 tahun menggunakan teknik tumpangsari dengan padi gogo, jagung, dan kedelai. Lebih dari 3 tahun menggunakan teknik tumpangsari dengan jahe atau kapulogo.

2. Jarak Tanam
Beberapa kerusakan terjadi akibat jarak yang lebih sempit, antara lain kerusakan mahkota tajuk yang disebabkan oleh angin. Dampak yang lebih buruk yaitu kematian pohon yang disebabkan penyakit menjadi lebih tinggi. Di samping itu tercapainya lilit batang sadap menjadi lebih lambat, dan menyebabkan hasil getahnya akan berkurang Oleh sebab itu, dalam melakukan proses penanaman, sangat tidak dianjurkan jarak antara satu pohon dengan pohon yang lainnya terlalu rapat. Saya menyarankan kerapatan pohon yang yang Anda tanam setiap hektarnya tidak lebih dari 500 pohon. Artinya, jarak tanam setiap hektar adalah 7x3 meter, 7,14x 3,33 meter atau 8x2,5 meter.

3. Lubang Dibiarkan Satu Bulan atau Lebih
Jenis penutup tanah; Puecaria Javanica, Colopogonium moconoides dan centrosema fubercens,penanaman dapat diatur atau ditugal setelah tanah diolah dan di bersihkan, jumlah bibit yang ditanam 15 – 20 Kg/Ha dengan perbandingan 1 : 5 : 4 antara Pueraria Javanoica : Colopoganium moconoides dan cetrosema fubercens


Proses Penanaman
Cara penanaman karet :

* Masukkan bibit dan plastiknya dalam lubang tanah dan biarkan 2-3 minggu.
* Buka kantong plastik, tebarkan NATURAL GLIO yang telah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu dan segera timbun dengan tanah galian.
* Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secara merata (1 tutup/lt air perpohon). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Caranya : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon. Bibit ditanam pada lubang tanah yang telah diberi tanda dan ditekan sehingga leher akan tetap sejajar dengan permukaan tanah, tanah sekeliling bibit diinjak-injak sampai padat sehingga bibit tidak goyang, untuk stump mata tidur mata menghadap ke sekatan atau di sesuaikan dengan arah angin.

E. Proses Pemeliharaan
Proses pemeliharan tanaman karet harus diperhatikan dengan ketat agar hasil yang dicapai maksimal, antara lain:

Penyulaman

* Bibit yang baru ditanam selama tiga bulan pertama setelah tanam diamati terus menerus.
* Tanaman yang mati segera diganti.
* Klon tanaman untuk penyulaman harus sama.
* Penyulaman dilakukan sampai unsur 2 tahun.
* Penyulaman setelah itu dapat berkurang atau terlambat pertumbuhannya.


Pemotongan Tunas Palsu
Tunas palsu dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 1 kali 2 minggu, sedangkan tunas liar dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian 1,80 meter.


Merangsang Percabangan.
Bila tanaman 2 – 3 tahun dengan tinggi 3,5 meter belum mempunyai cabang perlu diadakan perangsangan dengan cara :

* Pengeringan batang (ring out)
* Pembungkusan pucuk daun (leaf felding)
* Penanggalan (tapping)


Pemupukan
Pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu menjelang musim hujan dan akhir musim kemarau, sebelumnya tanaman dibersihkan dulu dari rerumputan dibuat larikan melingkar selama – 10 Cm. Pemupukan pertama kurang lebih 10 Cm dari pohon dan semakin besar disesuaikan dengan lingkaran tajuk.

Merawat dengan baik merawat artinya memupuk dengan dosis anjuran. Dan hati hati dalam melakukan penyadapan. banyak petani hanya karena ingin memacu produksi menyadapnya terlalu dalam sehingga merusak bidang sadap. akibatnya besuk2 lagi getah karet tak mau keluar. Produksi normal rata rata per Ha 2000kg per tahun.

Selanjutnya lebih baik saya langsung tunjukkan kepada Ande detail tentang proses pemupukan tanaman karet.

Syarat Pemupukan:

* Tes tanah sebelum pemupukan untuk mengukur pH dan diketahui kebutuhan unsur hara. Tanah harusnya memiliki derajat keasaman (pH) antara 5-6. Ukur derajat keasaman (pH) tiap dua tahun atau lebih awal. Jika pH dibawah 5, pengapuran dilakukan dengan dosis 2-3 ton/ha sebelum dilakukan pemupukan. Pemberian kapur tidak harus dilakukan setiap kali tanam, tetapi 3-4 tahun sekali.
* Tanah disekitar pohon kelapa sawit yaitu pada lingkaran berdiameter 1-2 m harus bersih dari gulma. Pemberantasan gulma dilakukan secara mekanis (dicabut, dikored) dan/atau disemprot herbisida.
* Penyemprotan sebaiknya dilakukan sebelum jam 9 pagi atau setelah jam 4 sore. Kalau memakai “Root Feeder” atau disuntik langsung ke perakaran penyemprotan bisa dilakukan kapan saja.
* Untuk lahan yang menggunakan pupuk anorganik, Puja.168 dapat diaplikasikan bersamaan dengan pupuk anorganik. Tetapi tidak bisa diaplikasikan bersamaan dengan pestisida, herbisida atau fungisida. Pengaplikasian Puja.168 dilakukan maksimal 2 minggu setelah pengaplikasian pupuk anorganik, akan lebih baik bila diaplikasikan pupuk Urea ( untuk lahan yang mengaplikasikan pupuk anorganik dengan pupuk berimbang ).
* Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan dan kedua kalinya di akhir musim hujan.

Pemupukan bisa dilakukan setiap 3 atu 4 bulan tergantung kebutuhan tanaman atau hasil di perkebunan. Tetapi, untuk pertama kalinya pemupukan dengan Puja.168 bisa dilakukan kapan saja.

Prosedur Pemupukan adalah sebagai berikut:

* Dosis pupuk secara umum untuk pengaplikasian dilahan yang menggunakan pupuk an organik dapat dilakukan dengan kombinasi dengan mencampur 3.0-3.5 ml Puja.168 dengan 1-1.3 liter air per pohon sekali pemupukan. Yakinkan semprotan, ember, dayung tidak pernah dipakai untuk penyemprotan kimia seperti pestisida. Bagi pohon karet yang TM, takaran ideal adalah 11.2 ml/pohon/tahun.
* Disiram sekeliling pohon sedekatnya 0.5 m sampai 1.0 m dari batang.Pemberian pupuk langsung ke akar (pakai alat Root Feeder) adalah sangat bagus tetapi penyiraman kangsung pun memberi hasil yang hasil. Tetapi, jika pemberian pupuk langsung ke akar tidak bisa, bisa menggali lubang sedalam 3-6 inci agar pupuk dipusatkan di posisi.
* Frekwensi pemupukan disesuaikan ketersediaan tenaga kerja air, kondisi lokasi, dan keadaan tanaman. Kalau pemupukan dilakukan 4 kali per tahun, dosis di tabel A dibagi 4 dan dicampurkan dengan 1 liter air untuk pemupukan satu pohon karet.
* Dengan asumsi 1 Ha = 470 tanaman dan per pohon dosisnya dicampurkan dengan 1.5 liter air. Dengan menggunakan tabung semprot dengan kapasitas 15 liter maka dosis pupuk untuk tanaman karet adalah sbb:


Pemeliharaan Penutupan Tanah

Saat tanam, yaitu:

Dosis: umur 20 Kg Fospat alam atau sesuai dengan berat bibit.

Caranya: Dicampur dan ditabur bersama-sama dengan biji.


Usia 3 bulan, yaitu:

Dosis: 200-300 fosphat alam setiap hektar.

Caranya: diatur dan ditabur, diatur Leguinosa.


Tumpangsari/Tanaman Sela / Intercroping
Syarat-syarat pelaksanaan tumpangsari :

* Topografi tanah maksimum 11 (8%)
* Pengusahaan tanaman sela diantara umur tanaman karet 0 – 2 tahun.
* Jarak tanam karet sistem larikan 7 X 3 meter atu 6 X 4 meter.
* Tanaman sela harus di pupuk.
* Setelah tanaman sela dipanen segera diusahakan tanaman penutup tanah

Jangan lupa tetap menjaga tanaman Anda.

F. Perlindungan tanaman dari hama
HAMA
Hama adalah perusak tanamam yang berupa hewan seperti serangga, tungga, mamalia dan nematoda.

Beberapa jenis yang cukup merugikan yaitu:

Kutu Lak (Laccifer)
Ciri-ciri :

* Menyerang tanaman karet dibawah 6 tahun.
* Kutu berwarna jingga kemerahan dan terbungkus lapisan lak.
* Mengeluarkan cairan madu, membuat jelaga hitam dan bercak pada tempat serangan.
* Bagian yang diserang ranting dan daun lalu cairannya dihisap sehingga bagian tanaman yang terserang kering.
* Penyebaran kutu lak dibantu semut gramang.

Pengendalian:

* Lakukan pengawasan sedini mungkin.
* Bila serangan ringan lakukan pengendalian secara mekanais, Fisik dan Biologis
* Bila serangan berat, dengan Insektisida Albocinium 2% dan formalin 0,15% ditambah Surfaktan Citrowet 0,025%, penyemprotan interval 3 mg.


Pscudococcus Citri
Ciri-ciri :

* Stadia yang merusak adalah nympha dan imago berwarna kuning muda
* Menyerang tanaman yang masih muda seperti ranting dan tangkai daun.

Pengendalian :

* Bila serangan berat bisa menggunakan Insektisida jenis metamidofos dilarutkan dalam air dengan konsentrasi 0,05%-0,1%
* Interval penyemprotan 1-2 mg


PENYAKIT
Penyakit adalah gangguan yang terus menerus pada tanaman yang disebabakan oleh patogen, virus, bakteri dan jasad renix lain.

Beberapa jenis yang cukup merugikan antara lain:

Penyakit Embun Tepung
Penyebabnya adalah Cendawan Oidium heveae.

Gejalanya yaitu:

* Menyerang daun muda lalu berbintik putih dan merangas. Umumnya menyerang setelah musim gugur daun.
* Secara mekanis dengan menanam klon yang sesuai.

Pengendalian:

* Pemeliharaan yang intensif, penyelarasan beban sadapan.
* Secara kimiawi dengan belerang circus dosis 3 – 5 Kg/Ha interval 3 – 5 hari.


Penyakit Daun Colletotrichum
Penyebabnya adalah Colletotrichum gloeosporioides

Gejalanya yaitu:

* Daun muda cacat dan gugur, pucuk gundul daun bercak coklat, ditengah bercak berwarna putih bintik hitam (spora)
* Penyebab oleh angin dan hujan

Pengendalian : dengan Fungisida


Penyakit Kanker Garis
Penyebabnya adalah Phytophthora palmivora butl.

Gejalanya yaitu:

* Bidang sadapan terdapat garis vertikal berwarna hitam dan bisa masuk sampai kebagian kayu dan kulit membusuk.
* Banyak timbul dimusim penghujan dan kebun yang terlampau lembab
* Makin rendah irisan, kemungkinan infeksi makin besar.
* Secara mekanis penjarangan pemangkasan pelindung,

Pengendalian :

* penanaman penutup tanah.
* Secara Kimiawi dengan Fungisida (B.a. Kaptofol)


Penyakit Jamur Upas
Penyebabnya adalah Cortisium salmonicolor

Gejalanya yaitu: tajuk pada dahan / cabang akan layu sehingga tanaman
lemah dan produksi turun.

Pengendalian: secara kimiawi luka akibat serangan dilumas dengan
fungisida bahan aktif tridermof (Calizin Rm 2%).


Penyakit Bidang Sadapan
Penyebabnya adalah Ceratocystis Fimbriata

Gejalanya yaitu:

* Menerang kulit bidang sadapan yaitu timbul selaput benang berwarna putih kelabu .
* Penyebaran melalui spora spora dan pisau sadap

Pengendalian:

* Secara mekanis dengan mengurangi kelembaban.
* Secara kimiawi dengan Fungisida bahan aktif benomil dan Kaptofol


Penyakit Cendawan Akar Putih
Penyebabnya adalah Cendawan Fomes Lignosus

Gejalanya yaitu:

* Daun kusam, menguning, layu dan akhirnya gugur
* Tanaman bila dibongkar pada akar terdapat cendawan berwarna putih kekuningan

Pengendalian:

* Secara mekanis saat pembukaan lahan tunggul dan akar harus dibongkar
* Penanaman 1-2 tahun setelah pembongkaran
* Tanaman sakit dibongkar lalu dibakar
* Secara kimiawi akar yang terserang dipotong lalu diolesi fungisida.

G. Panen dan Pasca Panen

Tanda-Tanda Kebun Mulai Bisa Disadap
Umur rata-rata 6 tahun atau 55% dari areal 1 hektar sudah mencapai lingkar batang 45 cm sampai dengan 50 cm. Pemakaian POC NASA, HORMONIK dan SUPERNASA secara teratur akan mempercepat waktu penyadapan pertama kali dan memperlama usia produksi tanaman. Disadap berselang 1 hari atau 2 hari setengah lingkar batang, dengan sistem sadapan/rumus S2-D2 atau S2-D3. Penyadapan ini dapat dilakukan selama antara 25-35 tahun. LUAR BIASA BUKAN?

Pengolahan Lateks

* Standard karet kebun diturunkan dari rata-rata 32% menjadi 16% dengan jalan memberi air yang bening atau yang bersih.
* Dicampur dengan cuka/setiap 1 Kg karet kering 350 s/d 375 Cc larutan 1% cuka.
* Dibiarkan sampai beku.
* Digiling dalam gilingan polos dan kembang, kemudian direndam rata-rata 60 menit.
* Disadap selama 1 minggu
* Dihasilkan dalam bentuk RSS I, II, III dan IV of sheet.

Penyadapan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kulit tersebut. Jika terjadi kesalahan dalam penyadapan, maka produksi karet akan berkurang. Untuk memperoleh hasil sadap yang baik, penyadapan harus mengikuti aturan tertentu agar diperoleh hasil yang tinggi, menguntungkan, serta berkesinambungan dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan tanaman.

1 komentar:

  1. mantap....kami berminat dg tanaman karet...anggap saja tuk investasi jangka panjang....

    syafruddin,kalimantan timur

    BalasHapus